Lentiknya
ruang nan memberikan atap mungil, beserta kedipan gelap benda sekitar. Aku dan
kakek menikmati gundukan-gundukan singkong, beralaskan tikar butut yang di
setiap sudutnya terdapat lubang-lubang besar berdiameter sekitar 10 cm. Gemerlap
bintang seakan-akan terhipnotis pada canda tawa kami. Kerlipannya, bak menebar
senyum berseri maksimal. Radio tua bersuara parau, tersandar di dinding lembab.