Jumat, 04 Mei 2012

SECUIL WAKTU


Lentiknya ruang nan memberikan atap mungil, beserta kedipan gelap benda sekitar. Aku dan kakek menikmati gundukan-gundukan singkong, beralaskan tikar butut yang di setiap sudutnya terdapat lubang-lubang besar berdiameter sekitar 10 cm. Gemerlap bintang seakan-akan terhipnotis pada canda tawa kami. Kerlipannya, bak menebar senyum berseri maksimal. Radio tua bersuara parau, tersandar di dinding lembab.

Sabtu, 28 April 2012

IKRAR, NADZAR!


Lembayung senja
Mengiringi arah peredaran lengan
Bersila nyaman di permukaan tumpukan buku
Hingga
Sang fajar bersalam silaturahim
Bersama malam kelam