Sabtu, 28 April 2012

IKRAR, NADZAR!


Lembayung senja
Mengiringi arah peredaran lengan
Bersila nyaman di permukaan tumpukan buku
Hingga
Sang fajar bersalam silaturahim
Bersama malam kelam


Ikrar …
Nadzar …
Terucap dan terlafal jelas
Lewat hembusan keras udara

Melampaukan waktu yang ternanti
Meraba helaian butir kekalahan

Semburan hina melaknat dunia
Bergejolak menaungi kepulan asap
Yang melanda perut asa

Melebur tetes demi tetes harapan
Menjadi
Gumpalan padat kebencian
Tanpa arti secuilpun
Membakar habis
Setiap tumpuan penyangga
Penguat iman

Ikrar sirna …
Nadzar lenyap …
Otot bisep trisep
Hanya mampu terpana sunyi
Serta meratap penuh raungan kalbu

2 komentar:

  1. biel, tau ga, aku bikin puisi itu teh rada susah, demi sebuah lomba, mesti bergalau ria dulu,
    eh, kalah!

    BalasHapus