Lembayung senja
Mengiringi arah
peredaran lengan
Bersila nyaman
di permukaan tumpukan buku
Hingga
Sang fajar
bersalam silaturahim
Bersama malam
kelam
Ikrar …
Nadzar …
Terucap dan
terlafal jelas
Lewat hembusan
keras udara
Melampaukan
waktu yang ternanti
Meraba helaian
butir kekalahan
Semburan hina
melaknat dunia
Bergejolak
menaungi kepulan asap
Yang melanda
perut asa
Melebur tetes
demi tetes harapan
Menjadi
Gumpalan padat
kebencian
Tanpa arti
secuilpun
Membakar habis
Setiap tumpuan
penyangga
Penguat iman
Ikrar sirna …
Nadzar lenyap …
Otot bisep
trisep
Hanya mampu
terpana sunyi
Serta meratap
penuh raungan kalbu
Cayo! Sus!! :D SEMANGAT!!!!
BalasHapusbiel, tau ga, aku bikin puisi itu teh rada susah, demi sebuah lomba, mesti bergalau ria dulu,
BalasHapuseh, kalah!