Sabtu, 28 April 2012

GARIS HIDUP TAK HINGGA


Mimpi … Apa yang terngiang dalam pikiran anda bila berbicara mengenai mimpi? Orang awam dengan gesitnya akan teringat pada mimpi si bunga tidur.
Perlu diketahui bahwa cakupan/ruang lingkup mimpi tidak hanya sebatas bunga tidur. Masa depan. Harapan sangat bisa dikatakan sebagai mimpi. Bahkan, memiliki makna yang sama. Mengapa? Harapan dan mimpi merupakan keinginan alamiah masa depan yang belum tentu dapat terwujud. Namun, jika diiringi dengan usaha dan do’a, maka mimpi/harapan akan menjadi perjalanan nyata dalam hidup.

Diibaratkan kehidupan bagai sebuah garis bilangan yang sangat panjang tak berujung. Seperti berikut:
   .....                    (-+)  (--)                                                  (+-)  (++)                                      …..
                                 (-)                                   (0)                     (+)
Ket:
(-+) Kehidupan masa lalu yang mengandung unsur baik (menyenangkan, dll)
(--) Kehidupan masa lalu yang mengandung unsur buruk (menyakitkan, dll)
(+-) Kehidupan masa depan yang mengandung unsur buruk (menyakitkan, dll)
(++) Kehidupan masa depan yang mengandung unsur baik (menyenangkan, dll)
            Pada dasarnya, garis hidup tiap insan adalah sama. Terdiri dari masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Pembedanya, hanya kejadian-kejadian yang terlewati.
            Masa lalu merupakan rangkaian waktu yang berisi beribu-ribu peristiwa, baik peristiwa menyenangkan ataupun menyakitkan.
            Masa lalu sangat direkomendasikan oleh pihak bijak, agar menghilangkan poin-poin yang bernilai (--). Dihilangkan dalam arti diperbaiki sehingga berubah nilai menjadi (++).
            Dalam hidup ini, seringkali tersandung perkara pelik, yang mengakibatkan di masa lalu muncul nilai (--) dan di masa depan terpampang nilai (+-) pada garis hidup. Penyebabnya hanya dua kemungkinan, kesalahan pribadi atau suratan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Jika penyebab (--) adalah kesalahan pribadi, maka kita masih dapat melakukan usaha keras untuk memperbaiki. Tapi, jika memang karena suratan takdir, usaha dan do’a mesti tetap terumbai, yang disertai dengan tawakkal kepada Allah SWT.
            Setiap perjalanan pada garis hidup dapat kita sebut sebagai proses menuju masa depan terdepan.
            Ketika pada proses hidup, kita berada di posisi masa lalu menyakitkan (--), hampir dipastikan selalu tersirat/tersurat harapan-harapan/mimpi-mimpi. Misalnya, dahulu saya sering mendapatkan skor ulangan 30 (pada interval 10-100). Disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi, ditambah kondisi pikiran yang tidak fokus (kesalahan pribadi). Timbullah, rasa ingin lebih baik. Ingin mendapatkan skor 3x lebih besar dari sebelumnya. Kini, saya mampu mendapatkannya. Meraihnya. Allah SWT mengabulkan harapan/mimpi sederhana itu. Skor ulangan saya lebih dari harapan. Diatas 90. Tentunya, melalui tahapan proses-proses yang sangat tidak mudah. Belajar giat dan tekun.
            Mungkin, anda sendiri merasakan hal-hal sepele seperti yang saya alami. Atau, mungkin lebih sederhana!
            Sakit merupakan suratan takdir dari Allah SWT. Tidak ada yang mampu menghindarinya. Saat sakit menghampiri anda, apa yang akan anda lakukan? Tidak lain dan tidak bukan, anda beserta orang-orang sekitar akan berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari sangkar penyakit. Mencari pengobatan berkelas tinggi. Juga tidak pernah meninggalkan ibadah, walaupun dalam keadaan tersulit. Harapan-harapan/mimpi-mimpi juga terpancar sempurna dari batin setiap individu. Menginginkan sosok anda sembuh. Tidak terbebani penyakit yang Allah SWT beri. Bugar seperti sedia kala. Usaha termaksimal perlu dilakukan. Hasilnya, menunggu jawaban Allah SWT. Tawakkal. Apa saja dapat terjadi. Kondisi lemah bak lumpuh harapanpun, masih sangat bisa teratasi. Insya Allah, semuanya akan berjalan mengalir seperti semula, sembuh total. Jika kita percaya akan kekuatan mimpi. Begitu bukan?
            Beberapa detik yang lalu, angka 0 (posisi pijakan kita pada garis hidup) berada pada nilai negatif (masa lalu). Sedangkan saat ini dianggap positif (masa depan). Namun, dengan seiring waktu, angka 0 bergeser meninggalkan masa lalu dan menjejaki masa depan.
            Angka 0, tak henti-hentinya beranjak maju perlahan ke arah positif . Tidak pernah mundur menuju negatif. Bergerak dinamis menelusuri masa depan. Ia tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi setelah 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 tahun, atau bahkan 1 abad kemudian. Masih menjadi tanda tanya besar pada ruang hampa. Bisa jadi bernilai (+-), atau (++). Banyak peristiwa yang akan terjadi nantinya.
            Tidak ada salahnya, saat kita berada tepat di titik 0 ini, kita menyimpan harapan-harapan/mimpi-mimpi (masa depan). Entah itu sekadar mimpi kecil, hingga mimpi besar yang diperkirakan hanya akan menjadi angan-angan tunggal dalam benak. Toh, banyak mimpi/harapan kita yang telah terlangkahi pada garis hidup.
            Tahukah anda? Sangat banyak insan yang memiliki kekurangan. Namun, mereka mampu membangkitkan semangat juang hidup. Keterbatasan fisik sama sekali tidak menghalangi niat mereka untuk mewujudkan mimpi-mimpi. Bayangkan saja, seseorang yang tidak memiliki tangan, cacat fisik. Dia tertarik pada dunia seni musik. Khususnya, piano. ‘Bagaimana bisa, makhluk tidak bertangan mampu memainkan alat musik piano? Yang pada umumnya dimainkan menggunakan tangan’. Sebagian besar, akan melontarkan pertanyaan layaknya makhluk yang tidak mengetahui kekuasaan sang Illahi. Dia bersyukur. Tuhan masih menyisakan salah satu anggota gerak tubuhnya, kaki. Dia memanfaatkan kaki untuk membunyikan alunan nada piano. Berlatih di hampir setiap waktu. Sekian banyak hambatan berat menghampiri, sedikitpun tidak membuatnya patah semangat. Hingga akhirnya, setiap nada yang dimainkan kedua kakinya, terdengar begitu indah. Lebih baik dari pemain piano berfisik normal.
            Bagaimana dengan anda? Saya rasa, kita memiliki fisik yang sedikit lebih sempurna darinya. Seharusnya, kita dapat menonjolkan raksasa dalam diri. Melakukan yang terbaik, seakan-akan anda akan terbaring di ranjang kematian beberapa detik lagi. Sukseskan diri anda sebanyak mungkin (tak hingga), dengan cara khas anda.
            Bagaimanapun caranya, “HIDUPLAH UNTUK BERMIMPI SECARA RASIONAL MELALUI TAHAPAN PROSES PANJANG. JANGANLAH MENGENAL KATA ‘MENYERAH’, TAPI KENALI DAN DEKATI KATA ‘SEMANGAT’. INSYA ALLAH, SEBESAR APAPUN MIMPI, AKAN DAPAT KITA DEKAP.”
            GANBATTE KUDASAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar