Mimpi
… Apa yang terngiang dalam pikiran anda bila berbicara mengenai mimpi? Orang
awam dengan gesitnya akan teringat pada mimpi si bunga tidur.
Perlu
diketahui bahwa cakupan/ruang lingkup mimpi tidak hanya sebatas bunga tidur.
Masa depan. Harapan sangat bisa dikatakan sebagai mimpi. Bahkan, memiliki makna
yang sama. Mengapa? Harapan dan mimpi merupakan keinginan alamiah masa depan yang
belum tentu dapat terwujud. Namun, jika diiringi dengan usaha dan do’a, maka
mimpi/harapan akan menjadi perjalanan nyata dalam hidup.
..... (-+) (--) (+-) (++) …..
(-) (0)
(+)
Ket:
(-+)
Kehidupan masa lalu yang mengandung unsur baik (menyenangkan, dll)
(--)
Kehidupan masa lalu yang mengandung unsur buruk (menyakitkan, dll)
(+-)
Kehidupan masa depan yang mengandung unsur buruk (menyakitkan, dll)
(++)
Kehidupan masa depan yang mengandung unsur baik (menyenangkan, dll)
Pada
dasarnya, garis hidup tiap insan adalah sama. Terdiri dari masa lalu, masa
sekarang dan masa depan. Pembedanya, hanya kejadian-kejadian yang terlewati.
Masa
lalu merupakan rangkaian waktu yang berisi beribu-ribu peristiwa, baik
peristiwa menyenangkan ataupun menyakitkan.
Masa lalu sangat direkomendasikan
oleh pihak bijak, agar menghilangkan poin-poin yang bernilai (--). Dihilangkan
dalam arti diperbaiki sehingga berubah nilai menjadi (++).
Dalam hidup ini, seringkali
tersandung perkara pelik, yang mengakibatkan di masa lalu muncul nilai (--) dan
di masa depan terpampang nilai (+-) pada garis hidup. Penyebabnya hanya dua
kemungkinan, kesalahan pribadi atau suratan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa,
Allah SWT. Jika penyebab (--) adalah kesalahan pribadi, maka kita masih dapat
melakukan usaha keras untuk memperbaiki. Tapi, jika memang karena suratan
takdir, usaha dan do’a mesti tetap terumbai, yang disertai dengan tawakkal
kepada Allah SWT.
Setiap perjalanan pada garis hidup
dapat kita sebut sebagai proses menuju masa depan terdepan.
Ketika pada proses hidup, kita
berada di posisi masa lalu menyakitkan (--), hampir dipastikan selalu tersirat/tersurat
harapan-harapan/mimpi-mimpi. Misalnya, dahulu saya sering mendapatkan skor
ulangan 30 (pada interval 10-100). Disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi,
ditambah kondisi pikiran yang tidak fokus (kesalahan pribadi). Timbullah, rasa
ingin lebih baik. Ingin mendapatkan skor 3x lebih besar dari sebelumnya. Kini,
saya mampu mendapatkannya. Meraihnya. Allah SWT mengabulkan harapan/mimpi
sederhana itu. Skor ulangan saya lebih dari harapan. Diatas 90. Tentunya,
melalui tahapan proses-proses yang sangat tidak mudah. Belajar giat dan tekun.
Mungkin, anda sendiri merasakan
hal-hal sepele seperti yang saya alami. Atau, mungkin lebih sederhana!
Sakit merupakan suratan takdir dari
Allah SWT. Tidak ada yang mampu menghindarinya. Saat sakit menghampiri anda,
apa yang akan anda lakukan? Tidak lain dan tidak bukan, anda beserta
orang-orang sekitar akan berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari sangkar
penyakit. Mencari pengobatan berkelas tinggi. Juga tidak pernah meninggalkan
ibadah, walaupun dalam keadaan tersulit. Harapan-harapan/mimpi-mimpi juga
terpancar sempurna dari batin setiap individu. Menginginkan sosok anda sembuh.
Tidak terbebani penyakit yang Allah SWT beri. Bugar seperti sedia kala. Usaha
termaksimal perlu dilakukan. Hasilnya, menunggu jawaban Allah SWT. Tawakkal.
Apa saja dapat terjadi. Kondisi lemah bak lumpuh harapanpun, masih sangat bisa
teratasi. Insya Allah, semuanya akan berjalan mengalir seperti semula, sembuh
total. Jika kita percaya akan kekuatan mimpi. Begitu bukan?
Beberapa detik yang lalu, angka 0
(posisi pijakan kita pada garis hidup) berada pada nilai negatif (masa lalu).
Sedangkan saat ini dianggap positif (masa depan). Namun, dengan seiring waktu,
angka 0 bergeser meninggalkan masa lalu dan menjejaki masa depan.
Angka 0, tak henti-hentinya beranjak
maju perlahan ke arah positif . Tidak pernah mundur menuju negatif. Bergerak dinamis
menelusuri masa depan. Ia tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi setelah 1
menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 tahun, atau bahkan 1 abad kemudian. Masih
menjadi tanda tanya besar pada ruang hampa. Bisa jadi bernilai (+-), atau (++).
Banyak peristiwa yang akan terjadi nantinya.
Tidak ada salahnya, saat kita berada
tepat di titik 0 ini, kita menyimpan harapan-harapan/mimpi-mimpi (masa depan). Entah
itu sekadar mimpi kecil, hingga mimpi besar yang diperkirakan hanya akan
menjadi angan-angan tunggal dalam benak. Toh, banyak mimpi/harapan kita yang
telah terlangkahi pada garis hidup.
Tahukah anda? Sangat banyak insan
yang memiliki kekurangan. Namun, mereka mampu membangkitkan semangat juang
hidup. Keterbatasan fisik sama sekali tidak menghalangi niat mereka untuk
mewujudkan mimpi-mimpi. Bayangkan saja, seseorang yang tidak memiliki tangan,
cacat fisik. Dia tertarik pada dunia seni musik. Khususnya, piano. ‘Bagaimana bisa,
makhluk tidak bertangan mampu memainkan alat musik piano? Yang pada umumnya
dimainkan menggunakan tangan’. Sebagian besar, akan melontarkan pertanyaan
layaknya makhluk yang tidak mengetahui kekuasaan sang Illahi. Dia bersyukur.
Tuhan masih menyisakan salah satu anggota gerak tubuhnya, kaki. Dia
memanfaatkan kaki untuk membunyikan alunan nada piano. Berlatih di hampir
setiap waktu. Sekian banyak hambatan berat menghampiri, sedikitpun tidak membuatnya
patah semangat. Hingga akhirnya, setiap nada yang dimainkan kedua kakinya,
terdengar begitu indah. Lebih baik dari pemain piano berfisik normal.
Bagaimana dengan anda? Saya rasa,
kita memiliki fisik yang sedikit lebih sempurna darinya. Seharusnya, kita dapat
menonjolkan raksasa dalam diri. Melakukan yang terbaik, seakan-akan anda akan
terbaring di ranjang kematian beberapa detik lagi. Sukseskan diri anda sebanyak
mungkin (tak hingga), dengan cara khas anda.
Bagaimanapun caranya, “HIDUPLAH
UNTUK BERMIMPI SECARA RASIONAL MELALUI TAHAPAN PROSES PANJANG. JANGANLAH
MENGENAL KATA ‘MENYERAH’, TAPI KENALI DAN DEKATI KATA ‘SEMANGAT’. INSYA ALLAH,
SEBESAR APAPUN MIMPI, AKAN DAPAT KITA DEKAP.”
GANBATTE KUDASAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar